Olahraga Mengurangi Stres

06 Juli 2018 | 06:30:21 0 Komentar
Image

Setiap manusia normal pernah mengalami stress atau ketegangan. Apa pun tekanan tersebut sebabkan karena masalah ekonomi seperti inflasi atau devaluasi, masalah pergaulan atau retaknya hubungan suami istri, urusan kantor yang tidak pernah selesai, ukian akhirnya yang akan menghadapi, keputusan salah yang telah diambil atau mungkin keragu-raguan untuk mengambil keputusan. Semua menusia pernah mengalami stress dan Anda harus teahu bagaimana mengatasinya! Banyak orang menanggung penyakit, putus asa serta meninggal medadak disebakan stres. Bagaimana caranya untuk dapat menghindari stres? Ternyata olahraga dapat membantu Anda untuk mengatasi tekanan. Bagaimana? Untuk itu kita perlu melihat bagaimana kerja otot kita miliki.

Keajaiban Otot Anda

Allah Yang Maha Kuasa telah menciptakan menusia dengan penuh keajaiban. Salah satunya adalah adanya otot yang menyelubungi seluruh tubuh manusia. Otot manusia memegang peran penting sehingga menusia dapat bergerak. Tanpa otot, manusia tidak dapat bergerak. Anda pernah melihat mereka yang bernasib malang, terjatuh, lumpuh, dan tidak bisa berjalan? Apakah yang terjadi dengan otot kakinya? Terjadi penysutan yang disebut atrofi, hingga kadang-kadang tinggal “kulit bungkus tulang” dan ia tidak akan dapat berjalan lagi. Otot manuasia terdiri dari kumpulan serat yang berukuran rambut. Penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 6.000.000.000 serat otot dalam tubuh yang berhubungan dengan tulang. Kesatuan ini disebut sistem otot dan kerangka, yang terdiri lebih dari 200 tulang dan sekitar 600 macam otot yang beraneka ragam. Serat yang membentuk otot itulah yang berkontraksi untuk mengecilkan atau merelaksasikan maupun memperpanjang otot. Sesuatu yang luar biasa adalah  setiap serat ini cukup tepat guna untuk mendukung sesuatu yang beratnya 1000 kali lebih berat dari dirinya sendiri.

Tidak semua serat otot dalam keadaan aktif pada saat yang sama. Umumnya pada suatu saat, hanya sepertiga dari serat otot yang bekerja  sedangkan sisanya istirahat. Dalam keadaan normal serat otot Anda bekerja dengan bergantian. Cara ini yang memberikan daya tahan dan daya guna dari pekerjaan serat otot tersebut. Tetapi jikalau seseorang dalam keadaan tegang, hampir semua serat ototnya harus bergerak. Inilah yang menyebabkan timbulnya keletihan dini, dan serat otot tidak dapat berfungsi dengan baik, bahkan menyebabkan perasaan sakit.

Otot yang sehat adalah otot tersebut dalam keadaan ralaksasi yng menguatkan. Ini berarti otot tersebut dalam keadaan sebagian berkontraksi walaupun dalam keadaan istriahat. Saat ini otot tersebut memperoleh kekuatan dari darah, glukosa dan oksigen dan siap untuk bereaksi kapan saja menerima perintah terlembut sekalipun yang datang dari otak atau refleks spinal. Dalam keadaan relaks otot yang sehat bagaikan senjata yang terisi peluru dan siap untuk ditembakkan.

Otot dan stress

Otot anda menjadi tegang bila Anda menghadapi stress. Stress tersebut bisa dalam bentuk fisik maupun emosi. Fisik anda akan mengalami kesusahan bila anda meminta otot anda untuk  melakukan pekerjaan yang melebihi kekuatannya. Bila anda melakukan pemanasan darah akan mengalir menujuh otot Anda membawa lebih banyak zat pembakar dan oksigen. Kegiatan yang dibuat berangsur-angsur ini akan mengurangi terjadinya stress kemudian. Umumnya lebih tua Anda lebih penting pemanasan tersebut. Ketegangan sentimen pada otot terjadi bila otot Anda cukup dengan perasaan yang tidak dapat ditanggulangi, seperti kedukaan, frustasi yang terus menerus, marah yang tersembunyi, dendam dan perasaan bersalah. Semua perasaan tersebut menghasilkan ketegangan di berbagai kumpulan otot, bahkan keletihan emosi. Ketegangan otot yang menyebabkan sakit kepala, punggung, kaku leher, beberapa macam artritis, dan beratus gejala atau komplikasi lainnya. Bila semua gejala-gejala ini digabungkan menjadi satu Dr. Vernon mengatakan bahwa semuanya melebihi 50 %dari segala keluhan sakit yang diderita manusia. Ketegangan otot dan stes dapat memeraskan pembuluh darah keluar dari pembuluh darah kecil dan kapiler , dan mengakibatkantekanan darah tinggi. Seseorang yang mengangkat barang berat dalam jangka waktu lama akan mengalami hal yang sama. Gerak badan yang hanya menaikkan ketegangan ini yang dilakukan dengan berlebihan akan mengakibatkan berkurangnya darah masuk ke dalam endokardium (lapisan dalam jantung) dan membawa kepada “silent heart attack” (serangan yang tidak memberikan gejala”.

Bagaimana caranya mengurangi ketegangan otot? Ternyata olaraga atau gerak badan yang teratur adalah jawabannya. Dasar fisiologinya sangat sederhana, yaitu diperlukan waktu untuk menghasilkan otot yang rileks. Setiap pengobatan mengurangi ketegangan otot akan memberikan penyembuhan kepada banyak penderita dan kesakitan. Nah pengobataan yang terbaik untuk hal ini ialah program olehraga/gerak badan yang teratur.Dengan olehraga yang teratur berbagai macam penyakit yang tidak perlu timbul bisa dihindarkan. Anda dapat mengucapkan selamat tinggal kepada sakit kepala, artritis, sakit pingang, kaku leher dan sebagainya. Sebagai gantinya Anda akan mempunyai badan yang kuat, sehat,serta wajah cerah dan bergairah.

Tekanan yang datang oleh sebab berbagai ketegangan emosi bukan hanya menularkan otot tubuh tetapi juga jantung manusia. Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Kenneth Cooper pada tahun 1977 menunjukkan anak sekolah yang mempunyai preblema dalam membaca, dengan denyut jantung 85 kali per  menit ternyata naik denyut jantungnya menjadi 171 pada saat ia harus membaca di hadapan kelas untuk 10 menit. Penelitian terhadap calon guru menunjukkan indikasi indikasi yang sama. Sebelum mengajar, mereka mempunyai denyut jantung 75 per menit, tetapi saat praktek mengajar dengan diawasi oleh guru pembimbing , denyut jantung naik menjadi 110 per menit.

Dengan olahraga teratur berbagai macam penyakit yang tidak perlu timbul dapat dihindarkan. Dalam temu wicara dengan Gary Eldridge dari Kettering Medical Centre Ohio, Dr. Kenneth Cooper menyampaikan penelitiannya: Seorang dosen yang biasa berolahraga dengan tingkat kesegaran jasmani yang tinggi mempunyai denyut jantung 65 dalam keadaan istirahat. Saat memberikan kuliah , denyut jantung hanya naik 67 saja. Dalam perdebatan dengan para mahasiswa yang sangat hangat dan ynag benar-benar menaikkan emosi sekalipun, namun detak jantung tidak pernah lewat dari 70 per menit. Kenyataan ini merupakan bukti bagaimana olahraga dapat mengontrol jantung dalam keadaan stres. Dengan demikian olahraga dapat menyelamatkan nyawa Anda Karena apabila seseorang takut berlebihan, denyut jantung dapat naik sangat tinggi hingga membahayakan nyawa Anda.  Seperti hal yang diceritakan Cooper telah terjadi kepada yang berusia 57 tahun yang baru saja mendapatkan serangan jantung 3bulan sebelumnya saat menonton olahraga basket di TV. Ternyata regu yang bertanding adalah group dari almamaternya. Demikian tegang ia menonton hingga denyut jantungnya dari 60 naik manjadi 120 per menit dan beberapa menit sebelum pertandingan berakhir  denyut mencapai 150 per menit kemudian menjadi tidak teratur yang hampir saja mencabut nyawanya. Anda dapat bayangkan itu? Ketegangan dalam nonton TV di rumah sendiri hampir saja berakibat fatal. Sebab itu olah raga adalah jawab dalam menghadapi ketegangan atau stres. Otot pada tubuh Anda adalah jantung telah siap untuk menghadapi stres, hingga stres dapat terkontrol. Olahraga dapat mengurangi stres. Anda dapat memulainya sekarang juga.

 

Olahraga Menurunkan Tekanan darah

Dalam pemeriksaan kesehatan terhadap beberapa orang banyak yang merasa kaget saat medapatkan hasil diagnosis bawha mereka mempunyai riwayat hipertensi. Banyak yang dari usia muda, menengah ataupun tua tidak penah menyangka bahwa mereka mempunyai masalah ini. Kondisi ini bila terjadi secara berkepanjangan tanpa pengendalian dapat membawah kepada keadaan yang berbahaya seperti stroke, serangan jantung dan masalah lainnya. Yang juga serius. Mungkin saja anda mempunyai gejala arteriosklerosis, berlebihan makan garam atau mempunya penyakit tertentu pada ginjal, kelenjar adrenalin atau pembuluh darah.

Ukuran tekanan darah

Darah dari arteri selau berada pada suatu tekanan tertentu agar dapat memastikan bahwa seluruh bagian tubuh akan menerima suplai darah yang diperlukan. Hal ini sama seperti air ledeng di rumah Anda yang umumnya mempunyai tekanan tertentu agar kebutuhan air dapat memenuhi seluruh keperluan rumah tanggaa. Satu perbedaan dengan tekanan air di rumah Anda, ilalah bahwa tekanan darah di arteri tidak selalu berada pada tekananyang sama.  Sebagai gantinya tekanan darah pada arteri bergetar sesuai dengan denyutan jantung menuju kepada tekanan yang lebih tinggi dan kemudian kembali kepada tekanan yang lebih rendah. Dengan demikian tekanan darah secara silih berganti dari nilaitinggi menuju ke nilai rendah seirama dengan denyut jantung tersebut.

Mengurangi tekanan darah

Bila keadaan klinis penderita hipertensi mengizinkan, umumnya tekanan darah diturunkan hingga sekitar 140/90 dengan memakai dua cara, yakni pengobatan non-farmakologi dan pengobatandengan obat-obatan. Adapun pengobatan dengan oat-obatan selama ini telah banyak digunakan obat anti-hipertensi. Bila tekanan diastolik Anda di atas 104, jelas obat adalah pilihan untuama untuk menghadapinnya . Untuk itu perlu diketahui bahwa obat dapat memberikan akibat sampingan apakah dalam bentu perasaan pusing, keletiha, mual, sakit kepala, depresi, diare, mimpi buruk atau kaki yang dingin.

Penurunan tekanan darah oleh obat jelas menurunkan mortalitas dan morbalitas pesian yang mempunyai tekanan darahdiastoloik di atas 104mmHg. Percobaan anti hipertensi mununjukkan perlindungan terhadap stroke, kegagalan jantung,progresi menuju hipertensi yang lebih berat dan mortalitas semua kausa. Menurut Dr. Rochmad Romdoni, dari Laboratorium/UPF Ilmu penyakit Jantung FK Unair-RSUD Dr. Soetomo Surabaya, “terlihat pengurangan stroke fatal dan non-fatal sebesar 30%-50% apabila diberikan terapi. Namun akibat buruk yang dapat timbul dalam penggunaan pbat anti-hipertensi ialah penurunan diastolik yang dipaksakan hingga bisa dibawah 85mmHg. Dr. Rochmad mengatakan bahwa “Penelitian yang telah dipublikasikan menunjukkan bahwa penderita-penderita hipertensi dengan penyakit jantung koroner memperlihatkan angka kematian yang meningkat apabila penurunan tekanan darah diastolik dibawah 85mmHg. Sebab itu telah direkomendasikan  agar segera setelah pasien hipertensi terkendalikan tekanan darahny, maka obat pun dikurangi berangsur-angsur dan mulai digunakan pengobatan non farmakologi.

Satu hal yang perlu diketahui oleh umum ialah, sesuai dengan penelitian klinis bahwa, 70 persen dari penderita tekanandarah tinggi tergolong dalam hipertensi ringan, yaitu dari 140/90 ke 160/104. Sebagian dari sisanya ialah penderita hipertensi menengah dari 160/105 ke 180/115, sedangkan untuk hipertensi berat yang melebihi 220/115 adalah sangat jarang sebab biasanya penderita hipertensi ringan dan menengah dapat dirawat dengan baik.

Oleh sebab sebagian besar penderita adalah penderita ringan, yaitu tekanan darah yang diastoliknya di bawah 104, maka sebagian besar dari penderita dapat mengurangi tekanandarahnya dengan non farmakologis yaitu khususnya dengan mengubah pola hidupny. Beberapa hal yang Anda dapat buat mengenai pengobatan non-farmakologis adalah sebagai berikut :

1. Kurangi berat badan. Hanya dengan mengurangi 5kg saja dan tetap pelihara berat tersebut, sering sudah cukup untuk membawa tekanan dara Anda menjadi normal. Mengurangi berat badan adalah cara mengurangi tekanan darah yang terbaik.

2. Kurangi garam. Sesuai dengan penelitian 20 sampai 25 persen dari mereka yang mempunyai hipertensi ringan dapat kembali normal haya dengan mengurangi garam. Peraturan yang baik adalah mengurangi setengah darigaram yang biasa dimakan.

3. Hindarkan alkohol. Siamping mempunyai banyak bahaya lain, penggunaan alkohol akan menaikkan tekanan darah.

4. Berhenti merokok. Walaupun penyebab langsung dari hipertensi, merokok memberikan risiko utama kepada penyakit jantung dan harus dihentikan sama sekali.

5. Seleksi obat-obatan. Banyak obat-obatan yang menyebabkan kenaikan tekanan darah. Bila Anda menggunakan obat-obatan asma artritis,oral kontrasepsi dan steroid. Anda perlu berkonsultasi dengan dokter apabila obat-obat tersebut yang menyebabkan naiknya tekanan darah Anda

6. Kurangi keteganan hidup. Dalam hal ini perlu kehidupan yang lebih rileks dan cukup istirahat.

7. Olahraga. Berbagai penelitian dan pengalaman menunjukkan bahwa olahraga dapat mengurangi tekanan darah.

Penelitian Epidemologi yang telah dilakukan dalam jangka waktu cukup lama oleh Paffenbarger dari Universitas Standford yang meneliti 15.000 tamatan Universitas Harvard untuk 6 sampai 10 tahun. Selama penelitian berlangsung, didapatkan bahwa 681 tamaptan Havard tersebut menderita hipertensi (160/95). Ternyata alumni yang tidak terlibat dalam olahraga dan kegiatan mempunyai resiko untuk mendapat hipertensi 35% lebih besar dari mereka yang berolahraga. Keadaan ini berlaku kepada mereka dari usia antara 35-74 tahun.

Seorang peneliti lain , Blair yang bekerja pada Institut Penelitian Aerobik meneliti 4820 pria dan 1219 wanita antara usia 20-65 tahun dengan menggunakan tes treadmil. Blair mengikuti perkembangan mereka selama 1-12 tahun untuk melihat perkembangan hipertensi mereka. Ternyata hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka yang berolahraga sedikit mempunyai kemungkinan untuk tekanan darah 52% lebih tinggi daripada mereka yang berolahraga dengan cukup hingga mempunyai kesegaran jasmani. Penelitian lain menunjukkan bahwa olahraga dapat menunjukkan bahwa olahraga dapat menurunkan tekanan diastolik untuk 3-15 mmHg dan menurunkan tekanan sistolik antara 5-25mmHg. Mengapa olahraga dapat mengurangi hipertensi? Cengan pikiran sederhana seseorang berkata, bahwa olahraga yang teratur akan mengurangi berat badan dan dengan berat badan yang lebih ringan, jantung akan bekerja dengan lebih ringan dan tekanan darahpun berkurang.

Dengan pikiran sederhana seorang berkata bahwa, olahraga yang teratur akan mengurangi berat badan, dan dengan berat badan yang lebih ringan, jantung akan bekerja dengan lebih ringan dan tekanan darahpun diperkurang. Tekanan darah ditentukan oleh dua hal, yaitu jumlah darah yang dipompa perdetik dan hambatan yang dihadapi darah dalam melakukan tugasnya melalui arteri. Olahraga dapat menyebabkan pertumbuhan pembuluh darah kapiler yang baru dan jalan darah yang baru. Dengan demikian hal yang menghambat pengaliran darah dapat dihindarkan atau dikurangi yang berarti menurunkan tekanan darah. Walaupun kesanggupan jantung untuk melakukan pekerjaannya bertambah melalui olahraga, pengaruh dari kurangnya hambatan tersebut memberikan penurunan tekanan darah yang sangat bebrarti. Penelitian dari Jhon Hanson dan William Nedde dari Universitas Vermont menujukkan olahraga mengurangi tekanan darah. Untuk tujuh bulan mereka dibimbing dalam olahraga, yang meliputi lari jauh, sama, bahkan olahraga berkompetisi. Pada akhirnya penelitian tersebut, ternyata tekanan darah rata-rata mereka telah turun dari 162/92 menjadi 134/75. Prinsip yang penting dalam olahraga untuk mereka yang nederita tekanan darah tinggi ialah mulai dengan olahraga ringan lebih dahulu seperti jalan kaki atau berenang. Olahraga berat seperti angkat besi akan justru lebih membahayakan kepada penderita. Berjalan kaki dengan teratur sekitar 30-45 menit setiap hari, dan makin lama jalan dapat dipercepat (brisk walk), akan mengurangi tekanan darah.

Tidak ada komentar

Tingalkan Komentar